Rasul, Agent of Change

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (Q.S. 12:111)  

Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengutus para rasul kepada umat manusia.

Al-Qur’an bercerita tentang sebuah masyarakat atau bangsa yang mengalami kemajuan di suatu masa dan pada masa lain mengalami suatu kehancuran. Al-Qur’an juga mencatat peran penting rasul-rasul dalam membangun kembali sebuah masyarakat yang mengalami kebobrokan moral-aqidah atau bahkan kehancuran. Lihatlah bagaimana Adam, Ibrahim, Hud, Musa, Isa, Muhammad dan rasul-rasul lainnya berjuang dengan gigih melawan kebobrokan mental, moral-aqidah, kezaliman penguasa, pembangkangan umat. Lalu mereka membawa kepada sebuah gagasan perubahan besar menuju peradaban yang mulia lagi sempurna.

Kisah Nuh as. yang dengan ketabahan luar biasa tetap menjalankan misi kerasulan walaupun pada akhirnya penyimpangan kaumnya sudah sedemikian parahnya hingga terjadilah banjir yang menyapu kaumnya kecuali sedikit. Pencarian spiritual Ibrahim as. sampai pada akhirnya menemukan keyakinan pada ajaran tauhid telah membebaskan belenggu-belenggu duniawi. Kaum Luth as. yang memperlihatkan perilaku penyimpangan seksual. Seruan-seruan Syu’aib untuk menegakkan keadilan, menimbang dan mengukur dengan tepat. Sementara kisah Yusuf, Daud dan Sulaiman menggambarkan bagaimana sebuah kekuasaan dilaksanakan melalui kebijakan yang benar. Musa as. telah membawa Bani Israil dari penghambaan kepada selain Allah (tirani Fir’aun) untuk selanjutnya menghamba hanya kepada Allah saja. Apa yang dilakukan Musa kemudian dilanjutkan oleh Isa ibn Maryam. Kesemuanya dengan jelas menunjukkan peranan para rasul dalam suatu kerangka perubahan.

Fitrah Dasar

Pada dasarnya manusia diciptakan dengan watak untuk tunduk dan patuh terhadap sesuatu yang lebih tinggi dan dianggap mendominasi kehidupannya. Manusia menjadi bergantung kepada sesuatu itu. Inilah fitrah dari penciptaan manusia yang sesuai dengan jalan yang lurus. Firman Allah SWT:

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada din (agama) Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) din (agama) yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui, (Q.S. 30:30)

Fitrah ini merupakan kecenderungan dasar tiap-tiap manusia yang seiring berjalannya waktu kecenderungan ini akan semakin berkembang dan dapat menyimpang dari jalan yang lurus. Ini dia manusia, makhluk yang penuh dengan keunikan karena dia diberikan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Manusia selalu dihadapkan kepada pilihan-pilihan antara jalan yang lurus dan jalan sesat, antara baik dan buruk, antara haq dan batil. Firman Allah SWT:

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. (Q.S. 90:10)

Konsep pilihan ini pada akhirnya merupakan seleksi dan ujian terhadap manusia, dan pilihan tersebut juga menuntut adanya bimbingan agar manusia tidak jatuh kepada pilihan yang salah. Bagaimana manusia bisa yakin terhadap pilihannya? Bagaimana manusia bisa mengetahui tentang jalan yang lurus?

Secara harfiah Islam dapat diartikan ‘selamat’. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa semua rasul yang ada pada hakikatnya adalah seorang muslim. Peran rasul tidak hanya sebagai reformer saja, akan tetapi rasul pula yang bersifat sebagai penyelamat atau yang menyelamatkan (messiah). Ini selaras dengan konsep Islam di awal, bahwa di sini peran rasul amat vital bagi kehidupan manusia. Artinya rasul pun memiliki grand desain konsep yang dapat menyelamatkan hidup manusia dunia dan akhirat. Inilah Al-Islam. Apa yang dilakukan oleh seorang rasul adalah sebuah tindakan revolusioner yang harus menjadi pegangan, sebuah perubahan besar, sebuah revolusi sejarah umat manusia.

Agent of Change

Para rasul yang disebutkan di awal paragraf berperan untuk menyampaikan kebenaran yang bersumberkan dari ajaran ilahi. Mereka datang untuk memperbaiki masyarakatnya yang tersesat. Mengembalikan harkat dan derajat manusia agar terbebas dari belenggu duniawi. Hampir seluruh kisah para rasul dalam Al-Qur’an menggambarkan suatu masyarakat yang sesat. Penyakit masyarakat seperti syirik, kezaliman penguasa (tirani), jarak antara si miskin dan si kaya, perilaku menyimpang, kerusakan moral, menjadi sasaran titik perubahan para rasul yang diutus dan sekaligus ajakan dan perjuangan untuk memperbaiki dan menyelamatkan keadaan mereka.

Proses perubahan inilah yang menjadikan peran rasul sebagai agen perubahan. Firman Allah SWT:

Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi), (Q.S. 28:5)

Ini adalah gambaran kehidupan manusia yang bergerak seiring dengan perputaran zaman. Adanya kelahiran, tumbuh dan berkembang, proses belajar serta kematian, seperti inilah siklus kehidupan manusia pada umumnya. Begitu pula sejarah kehidupan para penguasa, ada yang menang dan ada yang kalah. Dari ayat di atas dapat dilihat bahwa terdapat sebuah proses transformasi dari ketertindasan yang melahirkan kepemimpinan.

Penutup

Tidak diragukan lagi bahwa Al-Qur’an mengisyaratkan berlangsungnya perubahan dalam sejarah manusia. Al-Qur’an sendiri menyebutkan pula watak dan sifat manusia, baik secara individu maupun sosial. Kemampuan manusia terbatas dalam menghadapi cobaan yang dapat merusak fitrah dirinya dan menjerumuskan ke dalam kehancuran. Oleh karena itu manusia membutuhkan bimbingan dan hidayah dari Allah melalui para rasul yang diutus.

Al-Qur’an menyatakan kehancuran suatu kekuasaan adalah akibat dari pilihan manusia itu sendiri. Al-Qur’an menampilkan kisah-kisah para rasul dan umatnya saat kaumnya dalam puncak kemajuan dan di saat yang sama mengalami bobrok akidah. Peran-peran rasul sebagai penyampai pesan dari Allah guna mengingatkan manusia serta mengembalikan manusia kembali kepada lintasan yang seharusnya sesuai fitrah dirinya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: